Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan

Far far away, behind the world, Tempat Wisata, yang mempunyai banyak kenangan masa kecil Read More

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia

Far far away, behind the world, Museum ini merupakan, Museum pertam di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. Memiliki sejarah panjang Indonesia Read More

Slide # 3

Monumen Nasional

Far far away, behind the world, Momunem yang menjadi icon Jakarta dan menyimpan sejarah Indonesia dari tahun ke tahun Read More

Slide # 4

Galeri Nasional Indonesia

Far far away, behind the world, Galeri Nasinal Indonesia merupakan tempat yang mengabadikan karya-karya seni dari seniman-seniman Indonesia Read More

Slide # 5

Museum Layang-Layang

Far far away, behind the world, Museum Layang-Layang banyak menyimpan berbagai jenis layangdari berbagai daerah di Indonesia, dan mengingatkan kita akan Read More

Tuesday, January 19, 2016

Museum Layang- layang

Hello guys! Jumpa lagi dengan team Asik Terus dalam dinding yang sama, namun dengan suasana yang berbeda. Maaf ya, team Asik terus lagi rada galau, karena kangen sama masa kecil nih. Ya ga si? Kalian kangen juga kan pastinya?

Setelah, kemarin team Asik Terus, puas mengeliling tempat wisata yang ada di Jakarta Pusat. Sekarang, kami langsung melipir ke museum yang sangat unik nih.

Nah, kali ini team Asik Terus akan mengulik tempat wisata yang berhubungan dengan permainan masa kecil yang kita suka mainkan nih, sob!  Yaps betul, Museum Layang –layang namanya.

Museum ini terletak di daerah Jakarta Selatan, tepatnya di JL H. Kamang No. 38, Pondok Labu. Ga nyangka ya sob.. di daerah pinggir kota juga ada museum ternyata hehe.  Oiya, Museum ini adalah Museum Layang-Layang yang pertama di Indonesia loh, bahkan di Asia Tenggara. Waaaah, makin penasaran yaa :D

Sebelum mengulik Museum layang-layang ini,  mari kita kenalan dulu yuk  sama pendiri Museum Layang- layang ini. Ibu Endang W Puspoyo namanya. Ibu Endang ini adalah seorang pakar kecantikan yang aktif menekuni dunia perlayang-layangan,  eh layang- layang maksudnya guys, hehe.
Ibu Endang W Puspoyo
Jadi pada tahun 1970-an Ibu Endang pertama kali membeli dan Ia mulai mengkoleksi layang- layang  di Amerika serikat. Wah jauh ya, sob. Karena bagi Ibu Endang, layang- layang sangat lah Indah ketika terbang di udara. Nah mulai saat itulah Beliau jatuh hati dengan permainan layang- layang ini. Kalo aku sih jatuh hati sama kamu aja ya, hahahaha

Selanjutnya, pada tahun 1988 Beliau mendirikan Merindo Kites & Gallery, dengan tujuan untuk membentuk wadah bagi para pelayang yang sering mengadakan festival layang- layang, baik tingkat nasonal maupun internasonal. Dan yang buat kita lebih bangga lagi nih ya sob, ternyata festival layang-layang Internasional pertama kali di selenggarakan di Indonesia yaitu pada tahun 1993, tepatnya di Bumi Serpong Damai- Tanggerang. Gokil banget ya, sob.

Namun, bagi Ibu Endang apa yang sudah dilakukannya belum dirasa cukup. Beliau masih merasa perlu untuk mengembangkan hobinya, agar layang- layang tidak hilang dari kebudayaan Indonesia. Maka dalam upaya melestarikan permainan layang- layang ini, pada tanggal 21 Maret 2003.

Beliau mendirikan Museum Layang- layang Indonesia, yang terletak tak jauh dari rumahnya, dan sampai sekarang sudah ratusan koleksi layang-layang yang di pajang di museum ini lho,sob. Layang- layang ini berasal dari sumbangan para pengrajin layang-layang sebagai dukungan untuk melestarian permainan ini. Hebat ya, sob?

Beberapa  waktu lalu team Asik Terus mengunjungi museum layang- layang ini sob. Kita datang sekitar pukul 13.00. Waktu team datang, kami langsung di sambut oleh salah satu pegawai disana, ramah- ramah lho, sob. Oiya untuk jam  operasional museum ini dari 09:00 - 16:00 dan bukanya setiap hari nih guys, kecuali hari libur nasional yaa.

Museum ini mempunyai halaman yang cukup luas lho, sbo. Jadi gak usah bingung kalo mau parkir motor di sini, sob. Apalagi kalo mau pakir hati kamu, ke aku aja sini, sob hehehe (bercanda ya) :D
Halaman Museum Layang-Layang
Halaman Museum Layang-Layang
Setelah membeli tiket seharga Rp. 15.000 kami langsung di ajak ke ruang audio visual. Letaknya di sebelah tadi kita beli tiket guys. Nah, diruangan ini kia bisa nonton video tentang sejarah  dan festival dari layang-layang  yang pernah ada. Asik banget deh pokoknya :D
Tiket Masuk
Lalu, setelah itu kami diajak ke pendopo gitu. Yaps, museum ini memang di bangun dengan konsep jawa. Jadi, jangan heran kalau kalian akan menemui bangunan dengan banyak ukiran di dalamnya.
Pendopo
Nah, disini kita bisa melihat koleksi layang-layang dari berbagai jenis dan wilayah nih sob. Dimulai dari pintu masuk sebelah kiri terdapat layang2 yang berasal dari Sumatera, diantara nya Kajang Lako, Angso Duo, Patah Siku, Langlang Macho dll, ada juga layangan yang berasal dari Kalimantan (Dandang Laki & Dandang Bini).
Koleksi Layang-Layang
Koleksi Layang-Layang
Oya, abaikan foto orang-orang yang gak pernah seneng di atas ya, sob hahaha :D
Selain layangan tradisional, didalam museum bisa kita temui layangan kreasi dua dimensi & kreasi tiga dimensi, yang berupa perahu layar, capung, ikan terbang & laba2, ada pula layangan terkecil didunia yang berasal dari Cina yang hanya berukuran 2 cm, selain layangan tersebut ada juga layangan yang berusia tua yang terbuat dari daun umbi-umbian yang berasal dari Muna, Sulawesi Tenggara. Asik kan, sob?

Setelah puas mengelilingi ruang pamer dan berfoto di dalamnya. Kita bisa melanjutkan wisata di museum ini dengan kegiatan seperti membuat dan melukis layang- layang, membuat keramik, melukis pada t-shirt, payung, atau wayang, bahkan membatik pula.
Membuat Keramkik
Banyak ya, kegiatan yang di sediakan disini. Jadi, gak usah ragu deh ajak keluarga berkunjung ke Museum ini, karena pastinya akan banyak pengetahuan dan edukasi yang bisa di dapat setelah berkunjung kesini.
Membuat Keramik 
Melukis Layang-Layang
Sampai disini dulu perjalanan kami, team Asik Terus, untuk hari ini ya sob. Semoga bermanfaat dan menambah informasi lagi buat kalian.

See you next time dalam perjalanan kami berikutnya, jangan bosen baca artikel kami ya. Salam para penerus bangsa! Selamat jalan-jalan dan Asik Terus yaaaa, sob! :D

Galeri Nasional Indonesia, Tumbuhkan Jiwa Senimu Di Sini

Hallo sobat Asik Terus! Jumpa lagi dengan kami nih Team Asik Terus. Gimana kabar kalian? Semoga baik –baik aja dan selalu di kelilingi kebahagiaan ya hehe...  Walaupun sedang banyak insiden dan terror dimana- mana kami berharap kalian ga takut dan jadi pribadi yang lebih optimis dan lebih percaya diri ya sob.

Sob, team Asik Terus masih bertandang di daerah Jakarta pusat nih. Setelah Museum Nasional Indonesia dan Monas (Monumen Nasional). Sekarang team Asik terus menuju arah Timur, tepatnya ke Galeri Nasional Indonesia. Galeri ini merupakan salah satu lembaga museum dan pusat kegiatan seni rupa yang bertujuan untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan koleksi seni rupa sebagai sarana edukasi cultural dan rekreasi, serta sebagai media peningkatan kreativitas dan apresiasi seni.


Galeri ini di resmikan pada tanggal 8 Mei 1999, saat bernaung dibawah kementrian pendidikan dan kebudayaan republic Indonesia. Lokasi galeri ini berdekatan dengan Monumen Nasional (monas), Museum Nasional, perpustakaan nasional, Istana Negara, masjid isiqlal, gereja Emmanuel, dan stasiun kereta api gambir nih guys. Tepatnya terletak di jalan Medan Merdeka Timur No.14, Jakarta Pusat.

Pameran seni yang diadakan di GNI ini terdiri dari: Pameran Tetap, Pameran Temporter, dan Pameran Keliling. Gedung pameran yang tersedia disana ada 4 gedung nih sob, yaitu: Gedung A (1.350 M2),  Gedung B (2.800 M2), Gedung C (750 M2), dan Gedung D (600 M2).

Setiap gedung berisi karya seni rupa modern dan kontemporer nih, sob. Seperti lukisan, patung, kria, grafis, fotografi, instalasi, seni media baru, dan masih banyak lagi tentunya sob. Penasaran kan? Yuk, makanya datang kesini, dijamin asik dan gak ada biaya tiket sepeser pun alias gratis. Oiya more information kalo ditempat ini kita gabisa bawa kamera slr kedalemnya, jadi kalo kalian bawa, harus dititipin dulu ketempat penitipan barangnya ya sob. ;)

Beberapa waktu lalu team Asik Terus mengunjungi galeri ini nih, sob. Kami datang sekitar pukul 14:00. Nah untuk jam buka galeri ini terbagi 2, sob. Untuk Pameran Tetap, buka dari Selasa – Minggu Pukul 09.00 s.d 16.00 WIB (Senin dan hari Libur Nasional Tutup). Sedangkan Untuk Pameran Temporer, buka setiap hari Pukul 10.00 s,d 19.00 (kecuali hari libur nasional tutup).

Dihalaman depan galeri ini kita disambut dengan tugu atau lambang dari galeri nasional ini nih, sob. Selain bisa foto-foto selfie kita juga bisa istirahat di sini. Bhaha asik yaaa :D
Lambang Galeri

Jalan terus ke depan, kita langsung bisa menemui gedung pameran temporer ini sob. Di gedung ini kita bisa melihat karya para seniman yang diperbaharui tiap 2 minggu sekali nih.
Gedung Tempat Pameran
Jadi, kalian bisa datang ke sini lagi dan lagi untuk lihat karya seni dari seniman yang berbeda dari sebelumnya. Asik kan? Bisa sekalian ngasah jiwa seni kalian juga yaa… Oiya for more information, untuk jadwal lengkap pameran temporer bisa di lihat di galeri-nasional.or.id

Saat masuk ke dalam gedung, di sebelah kiri, kamu akan disambut oleh beberapa karya seni yang cukup menakjubkan dan mencengangkan nih, sob. Mau tau, seperti apa karya seninya? Yuk, intip dulu!
Add caption
Karya Seni
Bagus banget kan, sob? Itu baru diluarnya, belum masuk lebih dalam lagi lho. Di dalam ruang pameran ini banyak karya seni yang available banget nih untuk foto selfi. Dari ruang tunggu atau antri saja, kita udah bisa lihat sebagian karya seni seperti tadi.

Setelah masuk ke ruangan dalam, akan lebih banyak lagi kita temui karya seni. Di ruangan ini, kita hanya bisa masuk sekitar 15 menitan guys. Karena ruangannya tidak terlalu luas, maka untuk batas waktu dan jumlah pengunjung, dibatasi sob. Untuk karya seninya sendiri, sangat menakjubkan dan mempunyai arti yang sangat dalam nih, sob. Berikut, beberapa karya seni yang team abadikan.
Karya Seni
Karya Seni
Gak cuma itu, masih ada lagi lho. Langsung aja liat nih, sob.
Karya Seni
Karya Seni

Keren-keren banget kan, sob? Kamu bisa gak nih, bikin karya seni seperti ini? :D
Okey, lanjut lagi, pada saat team Asik Terus ke galeri ini, pameran yang ditampilkan adalah “Conversation: Endless Act in Human History” Kolaborasi karya dari seniman Indonesia, Entang Wiharso dan seniman Australia, Sally Smart. Pameran ini di buka pada 14 Januari sampai 1 Februari.

Setelah puas mengunjungi pameran temporer kita berjalan menyusuri  area Galeri Nasional ini, sob. Ada karya mural yang dibuat di salah satu sudut area. Nah semakin sore disini semakin ramai sob. Karena banyak dari komunitas berkumpul disini mengadakan kegiatan di pelataran GNI ini.
Kegiatan Komunitas

Itu dia, informasi yang team Asik Terus bisa sampaikan, sob. Jangan ngaku seniman sejati deh, kalo belum datang ke tempat ini hehehe.. Tenang, karya seni di Galeri Nasional Indonesia, berubah setiap dua Minggu sekali. Jadi, kamu gak akan bosen deh. Inget, yang berubah karya seninya ya, bukan hatinya doi hehehe :D

Sekali lagi team ucapkan. Selamat jalan-jalan dan Selalu Asik Terus yaaaaa, sob :D

Monas, Tempat Wisata yang Menjadi Lambang Jakarta

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Haiiiiiii, ketemu lagi nih kita sob. Duuuuh, gak bosen-bosennya nih, team Asik Terus memberikan informasi mengenai Tempat Wisata murah yang asik di Jakarta. Setelah kemarin kita membahas Museum Nasional Indonesia. Sekarang kita nyebrang yuk, ke arah Monas (Monumen Nasional) sob. Namanya hampir mirip ya? hehehe :D

Siapa sih yang gak tau icon Jakarta paling fenomenal ini? Kalo kamu belum tau, wah kebangetan banget tuh. Bahkan orang dari luar Jakarta pun, mengetahui tentang Monas ini lho. Monumen yang memiliki tinggi bangunan 132 meter ini, terletak di pusat Jakarta dan memiliki sejarah yang harus kamu tau nih sob.

Monas (Monumen Nasional), didirikan pada Agustus tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961. Pada tanggal 12 Juli 1975, Monas mulai dibuka untuk umum.

Taman Hutan Kota yang terdapat di kawasan Monas, dulunya bernama Lapangan Gambir, lalu mengalami beberapa kali perubahan menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan kemudian menjadi Taman Monas.

Monas memiliki tinggi bangunan 132 meter, dengan bentuk lingga yoni. Di bagian puncak, terdapat cawang yang bagian atasnya lidah api dari perunggu yang tinggi 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas dengan berat 45 kg.

Menurut kabar,emas yang terdapat di tugu Monas. Merupakan hasil sumbangan dari saudagar Aceh bernama Teuku Markam lho. Beliau adalah saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya di Indonesia.
Teuku Markam (source : news.firmadani.com)

Okey, saatnya team Asik Terus memberitahu beberapa informasi apa aja yang terdapat di Monas. Monas memiliki halaman luar yang sangat luas dan cocok untuk kamu yang sekedar bersantai, kumpul bersama keluarga atau olahraga sob. Untuk jam buka Monas, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.
Halaman Luar Monas

Karena, memeiliki lapangan yang sangat luas. Jadi, jarak yang di tempuh muali dari pintu masuk hingga ke Tugu Monas, lumayan jauh sob. Tapi tenang aja, karena di sini terdapat kereta wisata yang khusus mengantarkan pengunjung menuju Tugu Monas, dan tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis tis tis tissss hahaha :D
Kereta Wisata (source : nationalgeographic.co.id)

Untuk ke puncak Monas, biaya yang dibutuhkan Rp 15.000 (dewasa) dan Rp 5.000, untuk biaya masuk ke museum sejarah yang terletak di  bagian bawah Monas. Di sini, tersedia dua loket, untuk pembelian karcis sob.
Loket Museum

Setelah, mendapatkan karcis. Kamu akan melewati terowongan yang membawa kamu ke sebuah halaman besar. Dimana halaman tersebut terdapat patung-patung yang unik sob. Nah, di halaman luas ini, cocok banget buat kamu yang suka selfie atau groufie bersama teman-teman nih.
Halaman Monas
Halaman Monas
Keren banget kan, sob? hehehe. Setelah kamu dimanjakan dengan pemandangan tersebut. Kamu bisa langsung masuk ke dalam museum, yang terdapat di bagian bawah Monas.
Museum

Museum

Di sini, kamu akan melihat 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan sejarah, sejak jaman kehidupan nenek moyang Indonesia hingga G30S PKI sob.

Ini beberapa contoh diorama yang ada di sini.
Diorama

Diorama

Di luar kawasan Monas, juga terdapat banyak delman yang dapat kita naiki sob. Sayangnya, delman ini dikenakan biaya. Untuk biayanya sendiri, tergantung dari pak kusirnya. Saat itu, team Asik Terus ditawarkan jasa delman, dengan biaya 70 ribu. Cukup mahal ya sob hahaha :D
Delman

Jadi, itu saja beberapa informasi yang dapat team Asik Terus sampaikan. Maaf banget ya, team Asik Terus gak bisa kasih informasi lebih mengenai puncak Monas. :(

Karena, saat membeli tiket, team Asik Terus kehabisan tiket untuk puncak Monas sob. Jadi, gak bisa ke puncak deh. Maaf yaaaaaaa. Semoga artikel ini, menambah informasi buat kamu ya. Selamat jalan-jalan dan Asik Terus yaaaaaa, sob :D

Tunggu artikel selanjutnya yaaaa ;)

Monday, January 18, 2016

Museum Nasional Indonesia, Bersenang-Senang yang Menambah Ilmu


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...........
Gimana kabar kamu nih sob? Pastinya sehat kan? Udah punya pacar baru belom, masa di tahun baru, pacar masih yang lama sih hoho :p (bercanda ya). Oya, kalo bahas tentang icon kota Jakarta. Apa sih yang ada dibenak kamu sob? Pasti Monas (Monumen Nasional) kan?

Nah, kamu tau gak nih, ada satu tempat terletak di sebelah Barat Monas yang mempunyai sejarah peradaban dan budaya milik Indonesia lho. Hayo apa hayo? Hahaha... Tempat ini merupakan Museum Nasional Indonesia sob. Kamu pernah ke sini gak? Kalo belum, team Asik Terus mau berbagi sedikit informasi mengenai Museum Nasional Indonesia ini.

Jadi, setalah Minggu kemarin team Asik Terus jelong-jelong ke Taman Margasatwa Ragunan. Sekarang, menuju ke salah satu Museum yang memiliki sejarah panjang Indonesia.

Museum Nasional Indonesia, merupakan Museum pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. Museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat ini, juga populer dengan sebutan Museum Gajah.

Kenapa disebut Museum Gajah? Karena, di Halaman depan Museum terdapat sebuah patung gajah perunggu. Patung tersebut merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand, yang pernah berkunjung ke museum itu pada tahun 1871.

Untuk sejarah Museum Nasional Indonesia sendiri, diawali dengan berdirinya suatu himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, yang didirikan Belanda Pada tanggal 24 April 1778. Panjang juga ya namanya sob, kalo Ujian Nasional pegel itu lingkarinnya hahaha

Oke lanjut lagi, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, merupakan lembaga independen yang didirikan untuk tujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah.

Lalu, seorang pendiri lembaga ini, JCM Rademacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar. JMC Radermacher, juga menyumbangkan beberapa koleksi benda budaya dan buku yang berguna, dan membuat cikal bakal berdirinya Museum dan perpustakaan.


Singkat cerita, setelah rumah di Kalibesar sudah penuh koleksi, Letnan Gubernur Sir Thomas Raffles yang menjadi Direktur perkumpulan ini. Memerintahkan pembangunan gedung baru yang nanti digunakan sebagai museum.


Bangunan ini terletak di Jalan Majapahit nomor 3. Namun karena museum ini juga tidak dapat lagi menampung  koleksi. Pada tahun 1863, pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk membangun sebuah gedung museum baru yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12. Hingga sekarang, Museum tersebut berdiri kokoh dan terus memberikan informasi sejarah Indonesia.

Nah, saat berkunjung ke museum ini, team Asik Terus mendokumentasikan beberapa gambar benda-benda sejarah sob.
Seperti yang udah dijelaskan di atas, saat kamu akan masuk ke Museum Nasional Indoneisa. DI halaman depan kamu akan di sambut oleh patung perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand. Ini lho, penampakan patung gajahnya sob.
Patung Gajah Perunggu
Imut ya, patunga gajahnya sob? Gak kaya patung Gajah yang di Taman Margasatwa Ragunan.
Patung Gajah di Ragunan
Beda banget kan, sob? Hahaha. Bukan hanya patung gajah perunggu yang akan menyambut kamu nih. Tapi ada sebuah lingkaran besar yang terdapat beberapa patung manusia di dalamnya, serta terdapat batu bertuliskan "Ku Yakin Sampai di Sana". Penasaran kan? Seperti apa sih lingkarannya? Ini dia sob.
Lingkaran Kehidupan
Untuk arti dari tugu lingkaran ini pun masih menimbulkan banyak asumsi. Tapi kita ambil positifnya aja ya. Mungkin maksudnya, kita sebagai manusia jangan pernah menyerah pada lingkaran kehidupan ini, apapun yang terjadi. Jadi, jika kita gagal, coba lagi. Jika kita jatuh, bangun lagi. Terus maju dan mencoba, hingga kita benar-benar yakin dapat sampai dan keluar pada lingkaran kehidupan dan sampai pada apa yang telah kita cita-citakan. (CMIIW) #WiseModeOn hahaha :D

Okey, lanjut lagi. Setelah itu kamu bisa masuk ke dalam, hanya dengan biaya Rp 5.000 untuk satu orang lho. Murah banget kan, sob? Tapi, sebelum masuk ada pengecekan untuk barang-barang yang kamu bawa dan tas harus ditipkan di tempat penitipan barang. Tenang, untuk kamera boleh dibawa kok hehehe.
Tampak Depan

Kalo ini, tempat pembelian karcis dan penitipan barang, sob.
Pembelian karcis

Penitipan barang
Dari tempat penitipan barang, team Asik Terus dapat langsung melihat koleksi arca dari berbagai jaman sob, dan kamu bisa lihat banyaaaaaaaaaak pake banget arca yang ada di sini sob. Gak percaya? Nih, liat aja fotonya.
Arca
Ada lagi nih, sob.
Arca

Arca
Oya, ada satu arca yang sangat terkenal di sini sob. Namanya Arca Bhairawa, yang mempunyai tinggi 4 meter lho. Setelah itu, pada bagian dalam, kamu akan melihat taman arca. Di sini ada satu arca yang mencolok, bernama Arca Nandiswara yang berbentuk lembu (sapi).
Arca Bhairawa

Taman Arca
Jika, kamu jalan kedepan melewati taman arca. Setelah taman arca, sebelah kiri terdapat ruangan yang mengkoleksi berbagai macam keramik. Di sini kamu bisa melihat koleksi keramik yang sangat banyak, dan ada satu ruangan yang memberikan kita tontonan edukasi tentang pembuatan keramik sob.
Ruangan Keramik
Kalo ini, ruangan dimana kamu bisa melihat tayangan pembuatan keramik...
Ruangan Tempat Menonton Pembuatan Keramik

Oya, setelah selesai melihat koleksi keramik. Team Asik Terus, menemukan satu ruangan yang pintunya terkunci. Tapi, ada celah dari pintu tersebut, sehinggi team Asik Terus bisa melihat sedikit koleksi yang terdapat di dalamnya. Ini foto ruangan yang terkunci tersebut, sob.
Pintu Terkunci
Dan ini, penampakan yang team Asik Terus berhasil mengabadikannya.
Penampakan di Dalam Pintu Terkunci

Untuk informasi lengkapnya. Team Asik terus juga kurang mengetahui, dikarenakan tidak dapat masuk ke dalam dan tidak ada petugas yang berjaga di situ sob.

Setelah puas dengan koleksi arca. Kita bisa pindah ke ruangan sebelah nih. Dimana ruangan tersebut terdapat berbagai koleksi miniatur rumah adat dan kesenian musik tradisional Jawa, Gamelan. Kurang lebih, seperti ini koleksi-koleksinya sob.
Miniatur Rumah Adat

Gamelan
Ada satu koleksi yang menrik perhatian team Asik Terus nih. Koleksi tersebut bernama Perahu Asmat. Perahu ini, memiliki panjangn 2,5 meter hingga 5 meter. Perahu ini hanya bisa menampung 5 sampai 6 orang. Untuk mengayuh perahu ini, dilakukan dengan posisi berdiri sob. Perahu Asmat merupakan transportasi utama suka Asmat untuk bepergian ke antar kampung dan distrik sob.
Perahu Asmat
Selain arca, rumah adat, dan gamelan, ada beberapa koleksi  yang tak kalah bagusnya, yaitu Galeri Tekstil. Berbagai tekstil khas Indonesia, bisa kamu temukan di sini sob. Tapi sayang, koleksi tekstil ini di simpan di dalam lemari kaca seperti miniatur Rumah Adat. Jadi, kita hanya bisa melihatnya, tanpa menyentuhnya. Hanya bisa mengaguminya, tanpa bisa memilikinya sob :( *halah apasih, ngacco gini* hahaha :D
Koleksi Galeri Tekstil

Koleksi Galeri Tekstil
Kebetulan, saat team Asik Terus ke museum ini. Ada satu ruangan yang sedang mengadakan pameran lukisan yang bagus banget, sob. Ini lho, lukisannya :D
Pameran Lukisan

Nah, itu dia beberapa informasi menarik mengenai Museum Nasional Indonesia yang harus banget kamu kunjungi sob. Selain have fun, di sini kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Indonesia.

Cocok banget ajak adik kamu nih, agar dia lebih mengetahui tentang Indonesia dan makin cinta dengan Indonesia, sob. Pokoknya ini tempat wisata murah dan bagus, yang rekomen banget untuk dikunjungi setelah Taman Margasatwa Ragunan.


Oya, team Asik terus mohon maaf lagi, jika ada informasi yang kurang atau salah mengenai Museum Nasional Indonesia ini, sob. Mohon maaf juga, jika ada kalimat pada artikel ini yang kurang berkenan di hati sobat hehehe :)


Okey, selamat jelong-jelong dan Asik Terus yaaaaaaaa, sob :D